← Kembali ke Daftar Artikel
Renungan Misi GKRI

GEREJA YANG BERDOA

Pdt. Dirk Roy Kolibu 11 September 2026 4 kali dilihat
GEREJA YANG BERDOA

Salah satu tanda paling mengkhawatirkan dari kemerosotan rohani adalah ketika seseorang semakin rajin berdoa, tetapi semakin sulit ditegur. Ada orang yang tidak pernah absen dalam persekutuan doa, tetapi tetap memelihara kesombongan. Ada yang menangis saat berdoa, tetapi tidak pernah berdamai dengan saudaranya. Ada yang meminta berkat setiap hari, tetapi tidak pernah meminta Tuhan membongkar dosanya sendiri.

Pada akhirnya, doa berubah menjadi monolog yang berpusat pada diri sendiri. Tuhan hanya dijadikan pendengar, bukan Penguasa. Kita meminta Tuhan mengubah keadaan, tetapi tidak mengizinkan Tuhan mengubah hati.

Padahal dalam Mazmur 139:23, Daud menggunakan kata Ibrani ḥāqar (חָקַר), yang menurut Strong's Exhaustive Concordance (H2713) berarti menyelidiki secara mendalam, menggali sampai ke bagian yang tersembunyi, dan memeriksa dengan saksama. Daud tidak meminta kenyamanan; ia meminta pembedahan rohani. Ia tidak meminta Tuhan membuktikan bahwa dirinya benar, tetapi memohon agar Tuhan menunjukkan bagian hidupnya yang masih salah. Inilah sebabnya gereja yang berdoa bukanlah gereja yang paling banyak permintaannya, melainkan gereja yang paling bersedia diperiksa oleh Allah.

Richard Foster menjelaskan bahwa doa sejati pada akhirnya akan membawa manusia masuk ke dalam transformasi batin, bukan sekadar pemenuhan kebutuhan lahiriah (Foster, 1992, p. 34). Ironisnya, banyak konflik gereja, perpecahan pelayanan, dan kepahitan yang berkepanjangan sebenarnya tidak lahir karena kurang berdoa, tetapi karena doa tidak lagi menghasilkan pertobatan.

Doa yang tidak mengubah karakter pada akhirnya hanya menjadi rutinitas religius. Sebab ukuran kedalaman doa bukanlah berapa lama seseorang berbicara kepada Tuhan, melainkan seberapa jauh ia mengizinkan Tuhan berbicara kepadanya.

"Mungkin doa yang paling ditakuti manusia bukanlah ketika Tuhan diam terhadap permintaannya, melainkan ketika Tuhan mulai menunjukkan keadaan hatinya yang sebenarnya." (Dirk Roy)

Daftar Pustaka

  • Foster, R. J. (1992). Prayer: Finding the Heart's True Home. San Francisco, CA: HarperCollins.
  • Strong, J. (1990). Strong's Exhaustive Concordance of the Bible. Nashville, TN: Thomas Nelson. (H2713, ḥāqar).