Tentang Kami

Mengenal lebih dekat visi, misi, pengakuan iman, dan sejarah perjalanan kami

Visi & Misi

Visi

Gereja yang menjadi saluran berkat bagi suku-suku bangsa (Kejadian 12:2-3; Galatia 3:16; Matius 5:13-16).

Misi

1. Gereja yang mengasihi (Yohanes 13:34-35)

2. Gereja yang berdoa (Yakobus 5:13-18)

3. Gereja yang bersaksi (Kisah Para Rasul 1:8)

4. Gereja yang mengutus (Matius 28:18-20; Markus 16:15-18)

Pengakuan Iman

1. Mengaku percaya kepada Allah Bapa, Allah Putra dan Allah Roh Kudus, Tritunggal Yang Esa dan mengaku percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat sumber kebenaran dan hidup dan kepala gereja.

2. Mengaku Alkitab adalah firman Allah yakni Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang menjadi dasar dan otoritas tertinggi dalam kehidupan umat.

3. Menerima Pengakuan Iman Rasuli dalam persekutuan dengan gereja Yesus Kristus disegala tempat dan abad.

Sejarah

Cikal bakal GKRI
Bermula dari adanya Persekutuan Doa Pagi yang dilaksanakan mulai tgl. 20 Mei 1971 di rumah Pdt. S.J. Sutjiono di Jl. Mangga Besar 4H/44 Jakarta Barat setiap hari Pk. 06.00 pagi. Persekutuan Doa Pagi ini dihadiri oleh Ibu-Ibu anggota Paduan Suara Monica yang dipimpin oleh Ibu SAC Panggabean. Kemudian secara rutin diadakan Kumpulan Wanita pada setiap hari Rabu dan latihan Paduan Suara Ibu-ibu (PS Monica) pada setiap hari Kamis dengan meminjam Ruangan TK-SD Rukun Setija di Jl. Mangga Besar VI No. 8 Jakarta Barat. Kemudian pada tgl. 12 Desember 1971 Pdt. S.J. Sutjiono memulai Kebaktian hari Minggu di Ruangan TK-SD Rukun Sejati tersebut, dihadiri oleh 20 orang. Tanggal tersebut kemudian dijadikan sebagai tanggal berdirinya GKRI. Pemilik TK-SD Rukun Sejati tersebut sekaligus Kepala Sekolahnya adalah Ibu Rosemyati Gunawan.

 

Awal nama GKRI
GKRI yang dirins oleh Pdt. S.J. Sutjiono pada tgl. 12 Desember 1971 tersebut semula tanpa nama. Tetapi kemudian atas saran dari Pdt. Asaria dari GKI Wahid Hayim Jakarta agar Gereja diberi nama Rahmani lalu dikombinasikan menjadi Gereja Rahmani, atau Gereja Kristus Rahmani, atau Gereja Rahmani Indonesia, atau Gereja Kristus Rahmani Indonesia. Maka melalui pemungutan suara didalam Kebaktian, sebagian besar anggota Jemaat memilih nama Gereja Kristus Rahmani Indonesia.

 

Pertumbuhan awal GKRI
GKRI Mangga Besar yang dimulai pada tgl. 12 Desember 1971 hanya dihadiri 20 orang, kemudian dari tahun ketahun dengan anugerah Tuhan terus bertambah-tambah. Dalam Persidangan ke II Sinode GKRI tgl. 9-12 Oktober 1990 tercatat jumlah anggota Jemaat GKRI Mangga Besar adalah 2.754 orang dewasa, 2000 orang anak-anak Sekolah Minggu dan 300 orang Pemuda Remaja. GKRI terus bertumbuh secara kuantitas juga melalui kaum awam (anggota-anggota Jemaat) yang dilatih melalui Leadership Training oleh Pdt Dr. S.J. Sujiono yang dimulai pada tgl. 16 April 1977, di mana melalui Leadership Training tersebut para peserta termovasi untuk merintis Pos-Pos PI di Jakarta yang kemudian menjadi Jemaat-Jemaat Lokal, seper: GKRI Haleluya Industri, GKRI Elim Bojong Indah, GKRI Kelapa Gading, GKRI Bukit Duri, GKRI Kasih Karunia Tomang Barat, GKRI Agape, Bekasi berawal dari Pos PI Mangga Dua, Jakarta, dan GKRI Epifania Penjaringan.

 

Proses pengurusan SK dari Departemen Agama RI
Prosedur pada waktu itu bahwa untuk dapat mendaftarkan GKRI di Departemen Agama RI haruslah terlebih dahulu dibuat Yayasan. Maka pada tgl 17 Oktober 1972 didirikanlah Yayasan Gereja Kristus Rahmani Indonesia (Akta No. 26) dibuat di Kantor Notaris Soelaeman Ardjasasmita SH. GKRI kemudian terdaftar di Departemen Agama RI cq. Direktorat Jenderal Bimas (Kristen) Protestan dengan SK No. E/VII/122/1198/72 tertanggal 24 Oktober 1972 yang kemudian diperbaharui pada Tahun 1988 dengan SK No. 128 tertanggal 28 Mei 1988, perihal tentang Pendaftaran Gereja Kristus Rahmani Indonesia yang berkedudukan/berpusat di Jl. Mangga Besar XI/34, Jakarta, sebagai Lembaga Keagamaan Kristen Protestan yang bersifat Gereja.

 

Awal dan kronologi pembentukan SINODE GKRI
Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan GKRI maka: Pada tgl. 3-6 Oktober 1985 diselenggarakan Musyawarah para Koordinator GKRI di Wisma Bumi Asih Jakarta. Musyawarah tersebut dihadiri 45 orang peserta utusan Jemaat yang berasal dari DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Lampung. Musyawarah ini menghasilkan keputusan membentuk Sinode GKRI yang berkedudukan di Jakarta yang tugas sehari-harinya ditangani oleh Majelis Pusat Sinode sementara, dan dalam tugas operasionalnya dibantu oleh Majelis Daerah sementara. Pada Musyawarah tersebut juga ditetapkan tanggal pelaksanaan Sidang pertama Sinode GKRI yaitu pada tanggal 22-25 Oktober 1986 di Ciawi Bogor dengan keputusan: pembentukan Pengurus Sinode GKRI Tahun 1986-1989 dan pengesahan AD/ART Sinode GKRI.