Baca: Yehezkiel 22:30 "Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya."
Mungkin tidak ada kalimat yang lebih menggetarkan dalam seluruh Perjanjian Lama selain ini: "Tetapi Aku tidak menemuinya." Bukan karena Tuhan tidak mampu menemukan orang, melainkan karena memang tidak ada yang bersedia berdiri bagi-Nya. Betapa tragisnya ketika langit mencari seorang perantara, tetapi bumi hanya menghasilkan penonton. Tuhan mencari bahu yang mau memikul, lutut yang mau berdoa, kaki yang mau melangkah, dan hati yang mau terluka bagi generasinya, tetapi yang ditemukan justru manusia-manusia yang terlalu sibuk membangun dunianya sendiri. Inilah ironi gereja masa kini. Kita memiliki lebih banyak pengetahuan, lebih banyak fasilitas, lebih banyak teknologi, lebih banyak kegiatan, tetapi belum tentu memiliki lebih banyak belas kasihan terhadap jiwa-jiwa yang terhilang. Kita menangis ketika bisnis merosot, kesehatan terganggu, atau impian pribadi tidak tercapai, tetapi hati kita hampir tidak pernah tergerak ketika melihat manusia hidup tanpa Kristus. Kata Ibrani 'amad (עָמַד) dalam konteks Yehezkiel menunjuk pada tindakan berdiri di celah sebagai pelindung dan perantara. Namun sayangnya, banyak orang Kristen lebih memilih berdiri di zona nyaman daripada berdiri di celah bagi dunia yang sedang terluka. Kita ingin menikmati keselamatan, tetapi enggan ikut memikul beban Sang Juruselamat.
Sesungguhnya krisis terbesar gereja bukanlah berkurangnya jemaat, melainkan berkurangnya orang yang bersedia berkata, "Tuhan, pakailah aku." Kita hidup di zaman ketika banyak orang ingin diberkati, tetapi sedikit yang rela meninggalkan kenyamanan; banyak yang ingin dipakai, tetapi tidak ingin dikorbankan; banyak yang berdoa agar tuaian datang, tetapi tidak mau memasuki ladang. Padahal sejarah penebusan selalu bergerak melalui orang-orang yang bersedia berdiri ketika orang lain memilih duduk, bersedia pergi ketika orang lain memilih tinggal, dan bersedia menangis ketika orang lain memilih tidak peduli. Christopher J. H. Wright menegaskan bahwa umat Allah dipanggil untuk berpartisipasi di dalam misi Allah bagi dunia, sebab gereja lahir dari hati Allah yang mengasihi bangsa-bangsa (Wright, 2006). Karena itu, pertanyaan yang mungkin sedang bergema di hati Tuhan hari ini bukanlah, "Berapa banyak orang yang memenuhi gerejamu?" melainkan, "Ketika Aku mencari seseorang untuk berdiri bagi keluargamu, kotamu, dan generasimu, apakah Aku akan menemukanmu?" Sebab tragedi yang paling mengerikan bukanlah dunia yang semakin jauh dari Tuhan, tetapi gereja yang sudah terlalu nyaman sehingga tidak lagi merasakan kegelisahan Tuhan bagi dunia. (Dirk Roy)
Tuhan Yesus Memberkati
Daftar Pustaka
- Wright, Christopher J. H. (2006). The Mission of God: Unlocking the Bible's Grand Narrative. Downers Grove, IL: InterVarsity Press.