Yesaya 6:8
“Lalu aku mendengar suara Tuhan berkata: 'Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?' Maka sahutku: 'Ini aku, utuslah aku!'”
Seringkali kita datang ke gereja dengan kebiasaan yang sama: duduk, mendengar, pulang, lalu hidup tidak berubah. Ibadah menjadi rutinitas, tetapi hati tetap jauh dari panggilan Tuhan. Ada yang hadir secara fisik, tetapi pikirannya sibuk dengan hal lain; ada yang bernyanyi, tetapi sulit peduli pada sesama; ada yang rajin beribadah, tetapi setelah keluar dari gereja, perkataannya tetap melukai dan hidupnya tidak menjadi berkat. Yesaya menunjukkan bahwa perjumpaan dengan Allah tidak pernah berhenti pada pengalaman ibadah semata. Setelah melihat kekudusan Tuhan, ia mendengar panggilan untuk diutus. Kata Ibrani shalach (שָׁלַח) berarti diutus untuk menjalankan tugas, membawa pesan, dan menghadirkan kehendak Allah di tengah dunia. A. W. Tozer mengingatkan bahwa ibadah yang sejati tidak diukur dari seberapa sering seseorang hadir di rumah Tuhan, tetapi dari seberapa jauh hidupnya berubah setelah bertemu dengan Tuhan (Tozer, 1961).
Gereja yang mengutus adalah gereja yang menyadari bahwa ibadah bukan tujuan akhir, melainkan titik awal pengutusan. Percuma mengangkat tangan dalam pujian jika tangan yang sama enggan menolong sesama. Tidak ada artinya mendengar firman setiap minggu jika mulut masih mudah menghakimi, hati tetap menyimpan iri, dan kehidupan sehari-hari tidak memancarkan kasih Kristus. John Piper menulis bahwa perjumpaan sejati dengan Allah selalu mendorong seseorang keluar dari kenyamanan rohaninya untuk hidup bagi kemuliaan Tuhan di dunia (Piper, 2010). Maka pertanyaan bagi jemaat hari ini bukan hanya "apakah saya sudah datang beribadah?", tetapi: setelah ibadah selesai, apakah hidup saya benar-benar diutus untuk membawa perubahan? Sebab gereja yang sejati tidak berhenti di dalam gedung, melainkan berjalan keluar membawa terang Kristus ke dalam setiap perilaku, perkataan, dan keputusan hidup. (DRK)
Tuhan Yesus Memberkati
Daftar Pustaka
Tozer, A. W. (1961). The Knowledge of the Holy. New York: Harper & Row.
- Piper, John. (2010). Let the Nations Be Glad!. Grand Rapids, MI: Baker Academic.