Matius 28:19
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku..."
Tahukah Anda salah satu tragedi terbesar gereja abad ini? Bukan ketika gereja kehilangan gedungnya. Bukan ketika gereja kehilangan dananya. Bukan bahkan ketika gereja kehilangan popularitasnya. Tragedi terbesar terjadi ketika gereja kehilangan identitasnya sebagai pengutus murid dan berubah menjadi penyedia layanan rohani. Banyak orang datang ke gereja seperti datang ke pusat perbelanjaan. Mereka menilai khotbah, membandingkan musik, mengukur kenyamanan fasilitas, dan memilih pelayanan yang paling memuaskan selera mereka. Akhirnya gereja diperlakukan seperti tempat konsumsi rohani, bukan tempat transformasi rohani. Padahal Yesus tidak pernah berkata, "Pergilah dan jadikan semua bangsa pelanggan-Ku." Yesus berkata, "Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku." Kata Yunani yang menjadi penekanan adalah mathētēs (μαθητής) yang berarti murid, pembelajar, pengikut yang rela meninggalkan kenyamanan untuk mengikuti Sang Guru. Seorang murid bertanya, "Apa yang harus saya berikan?" Seorang konsumen bertanya, "Apa yang saya dapatkan?" Di sinilah perbedaan yang sangat mendasar.
Lebih mengkhawatirkan lagi, budaya konsumen perlahan memasuki kehidupan gereja. Kita mengukur keberhasilan ibadah dari kepuasan, bukan pertobatan. Kita mengukur gereja dari kenyamanan, bukan pengutusan. Kita bangga jika jemaat penuh, tetapi lupa bertanya berapa banyak yang pergi menjangkau dunia. Kita senang ketika bangku terisi, tetapi tidak sedih ketika ladang misi kosong. Padahal gereja tidak pernah dipanggil untuk mengumpulkan penonton sebanyak mungkin, melainkan mengutus murid sebanyak mungkin. Dietrich Bonhoeffer menegaskan bahwa ketika Kristus memanggil seseorang, Ia mengundangnya untuk datang dan mati terhadap dirinya sendiri (The Cost of Discipleship, 1937). Artinya, mengikut Kristus bukanlah perjalanan menuju kenyamanan, melainkan perjalanan menuju penyerahan diri. Hari ini Tuhan mungkin tidak bertanya, "Apakah engkau puas dengan gerejamu?" Tuhan mungkin bertanya, "Apakah engkau sudah menjadi murid-Ku?" Sebab gereja yang sehat bukanlah gereja yang dipenuhi konsumen rohani, melainkan gereja yang dipenuhi murid-murid yang siap diutus. Ketika gereja berhenti menjadi tempat mencari kepuasan pribadi dan kembali menjadi tempat membentuk murid Kristus, maka dunia akan melihat kembali kuasa Injil yang sesungguhnya. Sebab Kristus tidak mati untuk menciptakan pelanggan Kerajaan Allah; Kristus mati untuk membangkitkan murid-murid yang akan mengubah dunia. (Dirk Roy)
Tuhan Yesus Memberkati
Daftar Pustaka
Bonhoeffer, Dietrich. (1937). The Cost of Discipleship. New York: Macmillan.
Newbigin, Lesslie. (1989). The Gospel in a Pluralist Society. Grand Rapids, MI: Eerdmans.
Willard, Dallas. (1998). The Divine Conspiracy. San Francisco: HarperCollins.