← Kembali ke Daftar Laporan

IBADAH & PERAYAAN PASKAH MD GKRI JABAR–BANTEN Meneguhkan Hidup Baru dalam Kebangkitan Kristus. Roma 6:4

18 April 2026 Dipublikasikan 22 April 2026 28 kali dilihat
IBADAH & PERAYAAN PASKAH MD GKRI JABAR–BANTEN  Meneguhkan Hidup Baru dalam Kebangkitan Kristus. Roma 6:4

Karawaci — Majelis Daerah (MD) GKRI Jawa Barat dan Banten menyelenggarakan Ibadah dan Perayaan Paskah pada Sabtu, 18 April 2026, bertempat di GKRI Pniel Karawaci, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari tujuh gereja jemaat lokal di wilayah MD Jabar–Banten, dengan jumlah peserta hampir 50 orang.
Ibadah berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diawali dengan pujian dan penyembahan yang membawa jemaat masuk dalam suasana perenungan akan makna pengorbanan dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus. Persekutuan yang terjalin mencerminkan kesatuan tubuh Kristus yang saling menguatkan dalam pelayanan.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jimmy Kawilarang dengan mengangkat tema “Hidup Baru dalam Kebangkitan Yesus Kristus” berdasarkan Roma 6:4. Dalam khotbahnya, beliau menegaskan bahwa makna Paskah tidak berhenti pada perayaan, melainkan harus berdampak pada kehidupan setiap orang percaya. “Paskah bukan sekadar peringatan, tetapi pernyataan kemenangan bahwa maut sudah lewat. Karena itu, orang yang ada di dalam Kristus tidak lagi hidup dalam manusia lama, tetapi berjalan dalam hidup yang baru,” ujar Pdt. Jimmy.

Lebih lanjut disampaikan bahwa hidup lama manusia telah dikuburkan bersama Kristus, dan melalui kebangkitan-Nya, setiap orang percaya menerima kehidupan yang baru, sebagaimana tertulis dalam 2 Korintus 5:17. “Hidup baru bukan hanya status rohani, tetapi harus nyata dalam perubahan karakter. Cara berpikir, sikap, bahkan cara kita merespons kehidupan harus mencerminkan Kristus,” lanjutnya.

Mengacu pada Efesus 4:22–24, Pdt. Jimmy menjelaskan bahwa transformasi hidup mencakup pembaruan pola pikir, tabiat, sikap, temperamen, dan karakter. Ia menekankan bahwa perubahan tersebut harus diwujudkan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
“Jangan biarkan kemarahan berlarut-larut, kendalikan lidah, dan hiduplah dalam integritas. Hidup baru itu terlihat dari hal-hal sederhana, tetapi konsisten,” tegasnya.

Selain itu, jemaat juga diingatkan untuk tidak mendukakan Roh Kudus serta meninggalkan segala bentuk kejahatan, dan hidup dalam kasih dengan saling mengampuni, sebagaimana tertulis dalam Efesus 4:25–32. “Kalau Kristus sudah mengampuni kita, maka kita pun dipanggil untuk mengampuni. Di situlah hidup baru menjadi nyata,” pungkasnya.

Melalui perayaan Paskah ini, seluruh peserta diajak untuk tidak hanya memahami makna kebangkitan Kristus secara teologis, tetapi juga menghidupinya secara praktis dalam kehidupan sehari-hari sebagai manusia baru di dalam Dia.
Ibadah ditutup dengan doa bersama dan persekutuan yang semakin mempererat hubungan antarjemaat di lingkungan MD GKRI Jabar–Banten.
Kiranya semangat Paskah terus menginspirasi setiap orang percaya untuk hidup dalam kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita di dalam Roh Kudus.
 

Reporter : Ev. Wiedhisca Rena K.R, S.Pd