BEKASI – Momen penuh syukur dan sukacita ganda menyelimuti keluarga besar GKRI Harapan Baru pada tanggal 9 Agustus 2026. Selain merayakan hari ulang tahun (HUT) gereja yang ke-38, jemaat juga menjadi saksi sejarah dalam ibadah penahbisan dua pelayan Tuhan, yaitu Ibu Rehulina Ginting menjadi pendeta, serta penahbisan Pdt. Samuel Tambunan dari GKRI Koinonia Balikpapan.
Prosesi penahbisan yang sakral ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum Sinode GKRI, Pdt. Heru Tri Budiyanto, bersama Sekretaris Umum, Pdt. Gani F. Kalangit. Acara ini turut didampingi oleh gembala jemaat, perintis jemaat, serta jajaran pengurus Majelis Daerah (MD) Jabar Banten. Kehadiran para pimpinan dan pengurus ini menjadi perwujudan nyata dari sinergi serta dukungan spiritual di dalam struktur organisasi yang solid.
Dalam khotbahnya, Ketua Umum Sinode GKRI, Pdt. Heru Tri Budiyanto, memberikan pesan yang sangat kuat bagi kedua pendeta yang baru ditahbiskan. Beliau menegaskan bahwa jabatan pendeta bukanlah sebuah posisi kekuasaan atas jemaat. Pendeta yang ditahbiskan bukanlah bos bagi jemaat, melainkan hamba kebenaran yang terikat total pada otoritas Firman Allah. Tugas utama seorang pendeta adalah menjadi pelaku firman terlebih dahulu, baru kemudian melayani, membimbing, dan menjadi teladan bagi jemaat agar mengalami kemerdekaan dari perhambaan dosa dan hidup bagi Tuhan untuk melakukan firman-Nya. Pesan ini menjadi penguatan penting bagi para pelayan firman dalam mengemban komitmen pelayanan mereka.
Kehadiran dua pendeta baru ini diharapkan mampu membawa pertumbuhan rohani yang lebih berdampak dan memperluas jangkauan injil di jemaat lokal di mana mereka melayani. Mari kita dukung bersama dalam doa agar Tuhan Yesus Kristus senantiasa mengaruniakan hikmat, kekudusan, dan kekuatan bagi Pdt. Rehulina Ginting dan Pdt. Samuel Tambunan dalam menjalankan amanat pelayanan ini demi kemuliaan nama Tuhan. Amin.